Bandung Bermajarrrrrrr!

Akhirnya!

setelah vakum berbulan-bulan, mendekam dikampus dan berkutat dengan segala tetek-bengeknya, akhirnya bisa bermajar lagi setelah sekian lama ngidam! hahaha. oiya, buat yang belum tau, aku ikut satu komunitas yang kegiatannya main sama anak-anak di sekitar bandung, namanya bdgbermajar alias bandung bermajar. seru bangetloh! untuk yang pengen tau lebih lanjut bisa lihat twitternya disini dan tumblrnya disini ;)

oke kembali ke cerita. kegiatan bermajar hari ini bener-bener beda dari yang dulu-dulu. hmm bedanya kenapa ya? mungkin bisa dibilang bermajar kali ini cukup inspiratif buat aku. saking inspiratifnya, dari mulai selesai bermajar dan sepanjang perjalanan pulang udah berseliweran kata-kata dan gasabar pengen cerita hehehe cie bangetkan.

kegiatan bermajar hari ini tempatnya di Rumah Mimpi, di atas jembatan penyebrangan, depan gedung PLN, jalan asia afrika, deket mesjid agung bandung. diawali dengan perjalanan ke sana yang sangat seru dan membuat mood aku naiknaiknaiknaiiiik banget. karena apa coba? karenaaa kesananya naik bis! yeaaay akhirnya ngerasain naik damri di bandung juga! seneng bangetloh walaupun sempet kaya orang kampung gitu waktu masuk ke bis hahaha. dan fyi, damrinya baru loh! ber ac, wangi, kursinya empuk, bersih, luas, mirip busway, pokonya nyaman bangetdeh bikin gamau turun. apalagi tadi naik bisnya banyakan jadi tambah seru deh. tapi sayangnya, aku hanya ngerasain duduk di damri selama beberapa menit saja karena ternyata udah nyampe lagi ke tempat tujuan hufffft.

waktu sampe di tempatnya, aku ga kaget sih karena sebelumnya udah dikasitau bakal bermajar di tempat kaya gitu bersama anak-anak yang sebagian besar ‘besar di jalanan’, jadi udah agak kebayang bakal gimana. tapi mungkin karena aku baru pertama kali ada di lingkungan kaya gitu, deket dan berinteraksi langsung, jadi sempet grogi, kagok, gatau mesti ngapain dulu awalnya. ngeliat adik-adiknya juga… campuraduk deh rasanya. susah dijelasin mesti ngerasain sendiri. dan setelah kenalan terus main sama mereka, keliatan banget kl mereka udah sangat ‘kemakan’ sama kerasnya kehidupan yang mereka jalanin. aku gatau sekeras apa, tapi jelas keliatan dari cara mereka ngomong dan cara mereka berinteraksi sama temen sebayanya. tapi dibalik semua itu mereka tetep cuman anak kecil, yang mendambakan kesenangan, yang seneng lari-lari dan main, yang ketawa lepas, yang gaada beban di matanya, yang hanya belajar dari apa yang mereka liat aja, yang masih polos…

selama sekitar satu setengah jam main sama mereka, gapernah sedikitpun otak aku istirahat dari mikirin hal-hal yang aku sebut tadi. walaupun seneng banget bisa main sama mereka, liat mereka ketawa-ketawa seneng, liat mereka menikmati waktu mainnya, sampe liat muka mereka yang agak sedih waktu mau pulang, tetep aja ada yang bikin nyesek liat mereka, ngebayangin mereka yang cape seharian dan gaakan tidur di kasur yang empuk kaya kita, bakal kedinginan, belum tau besok makan apa… gimana ya, di deket mereka, aku ngerasa perasaan bersalah karena gabisa banyak ngebantu tuh kerasa nyata banget. mungkin karena sebelumnya aku cuma liat dari jauh jadi cuma sebatas kasian aja ngerasanya. kalau sekarang, aku jadi pengen banget ngebantuin mereka sebisa aku, pokonya seengganya pengen ngasih mereka sesuatu yang harusnya mereka dapet di umur segitu. dan yang paling berkesan hari ini menurut aku adalah waktu mau pulang, waktu salah satu kakak bdgbermajar, kak ciw, bagi-bagi kue buat mereka. ngeliat wajah mereka waktu nerima kue itu… beneran… rasanya bikin pengen ngasih mereka makanan yang banyak :(

dan ada anak laki-laki yang setelah nerima bagian kuenya langsung minta tambahan tissue buat ngebungkus kuenya tanpa dia cicip sedikit pun. padahal aku tau dia pengen banget makan kue itu. waktu ditanya, jawabannya,

buat ade sama mamah kak.

terus waktu kita tanya kenapa adeknya ga diajak main kesini, dia bilang adeknya baru umur 11 bulan. dan belakangan kita tau kalau dia, ibunya dan adeknya, kemungkinan suka tidur di mesjid agung..

ada lagi anak lain yang juga ngebungkus kuenya, atau nyisain sebagian kuenya untuk dikasih ke adeknya, ke ibunya, ke orangtuanya. padahal kuenya cuma sepotong :”(

mau punya uang yang banyak biar bisa ngasih mereka makanan huhu :’((((

aku ngerasa selama satu jam aku ada di sekitar mereka, aku bisa belajar banyak banget hal. banyaaaaaaaaaak banget. mungkin itu yang berharga. saat harusnya kita yang ngajarin mereka banyak hal, malah kita sendiri yang belajar lebih banyak hal dari mereka tanpa mereka sadari. dan semakin termotivasi buat bikin kehidupan mereka ga bikin mereka hancur dari kecil. karena menurut aku mereka bisa jadi orang hebat. masih sekecil itu tapi mungkin mereka lebih kuat dari aku. kuat ngejalanin hidup yang keras walaupun harus kena imbasnya. jadi kasar dan kurang sopan karena meniru orang-orang sekitarnya.

gaksabar ketemu mereka lagi, gaksabar belajar lagi.

selamat malam adik-adik rumah mimpi, tidur yang nyenyak ya sampai ketemu lagi :*


givdc replied to your post:@eriraf

fiiiir :(

givaaaa ;_(



@eriraf

seandainya aku ini penulis hebat. mungkin aku udah pinter banget bikin tulisan yang bisa bikin orang bercucuran air mata bacanya, bisa bikin orang ngerasain apa yang aku rasain sekarang, bisa bikin orang ngerti kenapa banyak banget orang-orang yang kehilangan kang eri sampe sekarang dan masih sedih tiap bangun tidur berharap semuanya cuma mimpi. tapi aku bukan penulis hebat. aku cuma mau berdoa lewat tulisan ini, berharap ada orang yang baca dan ikut berdoa juga, kalau-kalau doa di setiap solat aku masih belum cukup untuk nganter kang eri ke surga.

semoga semua senyum yang terbentuk dan tawa yang terdengar karena candaan kang eri, semua rasa hormat dan salut yang dirasakan karena kehebatan dan jasa-jasa kang eri, semua rasa sayang, dan isak tangis disela doa yang tidak pernah terputus dari orang-orang yang kehilangan kang eri, bisa jadi sebuah pertimbangan, nanti saat semua dihitung, saat surga hanya dibatasi jembatan tipis, saat nanti kita bisa ketemu lagi. semoga, semua yang kang eri lakuin selama kang eri ada di dunia berbuah manis nanti. bahkan semoga, rasa kangen dan kehilangan semua orang yang sayang sama kang eri bisa mengantarkan kang eri ke surga, ke tempat yang indah seindah tempat kang eri di hati kita semua.

baca ini dari sana gabisa ya kang? malaikat yang baca tulisan ini tolong sampein ke kang eri ya, aku kangen pengen cerita. Tapi kang erinya masih tidur ya? tolong jagain ya, nanti kalau udah bangun, kasih tau kabar baiknya kalau kamar dia di surga udah diberesin dan siap ditinggali selamanya.

selamat malam, tidur yang nyenyak ya kang :’(


oh so called voices inside my head

  • a: galau aja si fierly ya
  • b: hahaha iyatuh kasian dia long distance sekarang
  • a: eh serius?
  • b: iya, kopo buah batu. jauh bangetkan gilaa
  • a: pfft lemah
  • c: eh pengen coklat deh sama cheese cake, yang banyak banget tapi
  • d: liburan ajalah yuk yang jauh
  • e: nilai semester ini naik ga hayoo?
  • a: jadi ceritanya lg kangen banget gitu kaliya?
  • b: iya mungkin ya liat aja dia begitu
  • c: ih pengen belajar masak
  • d: ajakin orang-orang dong liburan gitu, sumpek bangetnih mumet
  • e: penjurusan gimanadeh nanti
  • d: atau yaudalah hibernasi aja dirumah lebih enak kali
  • f: kenapasih kalian berisik banget :(


Kauminta aku menulis cinta

Aku tak tahu huruf apa yang pertama dan seterusnya
Kubolak-balik seluruh abjad
Kata-kata yang cacat yang kudapat

Jangan lagi minta aku menulis cinta
Huruf-hurufku, kau tahu,
bahkan tak cukup untuk namamu

Sebab cinta adalah kau, yang tak mampu kusebut
kecuali dengan denyut

Sebelumnya, terimakasih untuk Tri Adi Pasha yang udah ngenalin lagu ini ke aku.

Musikalisasi puisi Sitok Srengenge oleh Ubit dan Dian Hp, judulnya Menulis Cinta. Pertama kali denger langsung nyesss meluluhkan hati, dan liriknya, syairnya…..

Super romantis.

Selamat mendengar, berimaji, dan bersiap luluh ya!

Untukmu yang tak mampu kusebut, kecuali dengan denyut.



(Source: imgfave)


[Flash 9 is required to listen to audio.]

Jubing Kristianto - nina bobo

Tidur yang nyenyak malam ini ya, Fierly :)


leilockheart:

Found on - LINK

(via shinorenji)


“He’s just a guy who doesn’t know what he wants for sure and I’m just a girl who can’t let him go.” @viatumblr @GittaYunanda on twitter

Disney Pixar, Up

  • Ellie: Can I hold your hand?
  • Carl: No.
  • Ellie: Why not? :(
  • Carl: Because it'll hurt when you let go

shinorenji:

corazon-del-leon:

krishty:

thatquirkychick:

moo58:

miniminihedgehog:

These two were supposedly based on a real couple, who said they wouldn’t board a life boat as long as there were younger people still aboard the ship. They both went below deck, presumably to their room, and that’s the last time they were seen.

;________________;

Isador & Ida Straus

The couple had been married for 41 years at the time of the disaster. They raised six children together, and were almost inseparable. On the rare occasion that they were apart, they wrote each other every day. They even celebrated their birthdays on the same day, although they were well apart from one another. During the sinking, Titanic’s officers pleaded with the 63 year old Ida to board a lifeboat and escape the disaster, but she repeatedly refused to leave her husband. Instead, she placed her maid in a lifeboat, taking her fur coat off and handing it to the maid while saying, “I won’t need this anymore”. At one point, she was convinced to enter one of the last two lifeboats, but jumped out as her husband walked away to rejoin him.

When last seen by witnesses, they were standing on deck, holding each other in a tight embrace. Their funeral drew some 6,000 mourners at Carnegie Hall.

A monument to them still stands in a Bronx cemetery, it’s inscription reads: “Many waters cannot quench love, neither can the floods drown it.”

endlesssobs

-gross sobbing- 

Good jesus I didn’t know I could lose my breath and start bawling at the same time T.T

It’s just weird how the only ones who restore my optimism about love (although usually not more than 5% trollolololol) are old couples. Ironic. I am young, instead of being inspired by people of my age or even peers, I’m digging through the original, sacred, sincere and classical ‘way’ of love that you’ll see in these people.

(Source: beben-eleben, via max-tollenaar)



Page 1 of 30
Design by Craig Snedeker